Cara mudah menjadi kreatif

January 28, 2009 No Comments

Kita seringkali berpendapat bahwa kreatif itu jatuh dari sononya. Bahwa sebagian orang terlahir dengan bakat kreatif dan sebagian tidak kreatif, alias biasa-biasa saja.
Kini saatnya pendapat tersebut diralat. Keith Sawyer, Ph.D, seorang profesor psikologi dan pendidikan, menyatakan bahwa setiap orang pada dasarnya adalah kreatif. Menurutnya, kreativitas bukanlah suatu ciri kepribadian seperti halnya IQ. Kreativitas lebih didasarkan pada proses-proses otak sehari-hari, yang kita gunakan dalam melakukan tugas-tugas seperti berkendara di lalu lintas padat, membuat adukan semen dan pasir, mengatur meja makan dan sebagainya.
Ini artinya, kreativitas bisa diusahakan atau dilatihkan. Berikut adalah dua cara mudah yang bisa Anda praktekkan sendiri untuk menjadi orang yang lebih kreatif.
1. Lihatlah ke dalam diri dan cobalah untuk membuka sumbat proses otak sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan melakukan ‘kombinasi’. Anda dapat mencobanya dengan menggabungkan dua konsep atau ide dalam pikiran Anda yang tadinya sama sekali tidak berhubungan.

Contoh yang cukup berhasil adalah gabungan ide antara susu dengan rasa buah. Awalnya tentu agak sulit diterima susu berasa coklat dan vanila. Tapi pada akhirnya, susu pun identik dengan susu putih dan susu coklat (berwarna dan berasa coklat). Hingga ketika pada awalnya muncul susu rasa stroberi pun, orang masih memandangnya aneh. Kenyataannya, sekarang ini susu rasa stroberi pun bisa diterima.

Nah, semakin Anda dapat menggabungkan dua konsep yang hubungannya tampak jauh atau bahkan sama sekali tidak berkaitan, semakin kreatiflah Anda. Bisa jadi Anda telah melakukan inovasi yang berani!

 

2. Cara kedua mengasah kreativitas adalah dengan memperbanyak diskusi dengan orang-orang di sekitar Anda. Lalu, berkolaborasilah dalam menggodok ide/konsep.
Berdasarkan penelitiannya, Keith Sawyer menyimpulkan bahwa inovasi yang paling bagus dan kreatif biasanya muncul sebagai hasil kerja bersama. Menurut pengamatannya pula, kebanyakan orang merasa bahwa mereka lebih kreatif ketika bekerja dengan sekelompok orang kreatif. Ini tentunya membantah pendapat banyak orang selama ini bahwa kreativitas biasanya muncul dalam masa penyendirian seseorang.

Di lain sisi, barangkali ada argumen yang saling menguatkan. Proses diskusi dengan banyak orang bisa jadi merupakan satu langkah penggodogan ide. Baru kemudian, formulasi atau perumusan ide menjadi lebih tajam/fokus ketika seseorang dalam kesendirian. Jadi dari perspektif ini, antara berdiskusi dan proses menyepi merupakan dua proses yang saling berkaitan.

 

3. Berpikir di luar kebiasaan (think out’f box)
Artinya, berpikirlah melewati kerangka berpikir yang selama ini terbentuk. Berlatihlah dengan bermain-mainlah dengan barang-barang dan bayangkan fungsi atau nama lain yang mungkin muncul dari benda tersebut. misalnya: sapu ijuk sebagai gitar elektrik atau tisu gulung sebagai jerawat gajah. Latihan ini akan membuat Anda terbiasa melihat sesuatu (benda atau permasalahan) secara berbeda.

No related posts.

Tags: , , artikel

Leave a Reply


Tikus Tua yang Pernah Muda

Akhirnya, pemimpin tikus menggelar pertemuan. “Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, anak-anak dan bayi tikus,” ucapnya. “Saat ini tiba waktunya bagi kita untuk...

jalan bercabang

Two roads diverged in a wood And I took the one less traveled by And that has made all the difference.   -Robert Frost- American...

vows to myself

So I vowed to keep my self alive, but only if I would never use me again for just...

peace, kedamaian

Peace is not something you wish for. It’s something you make, something you do, something you are, and something you give away. Kedamaian bukanlah sesuatu yang kau angankan. Kedamaian adalah sesuatu yang kau ciptakan, sesuatu yang kau lakukan, sesuatu...

menabur benih kebaikan

Speaking with kindness creates confidence, thinking with kindness creates profoundness, giving with kindness creates love. Bicara penuh dengan kebaikan...

Apply it!

Knowing is not enough; we must apply. Willing is not enough; we must do. Tahu tidaklah cukup; kita harus menerapkannya. Ingin atau mau...