Tips Atasi Rasa Malu

January 8, 2012 No Comments

 

Pernah kelepasan bicara lalu ditertawakan teman-teman? Atau Anda malu dengan bentuk tubuh Anda?

Merasa malu adalah sesuatu yang manusiawi. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, bukan? Masalahnya adalah, kalau Anda terlalu mudah merasa malu kemudian ini menghambat pergaulan sosial Anda. Ketidakmampuan mengelola rasa malu menjadikan seseorang tampak canggung dan kadang… konyol. Lalu beberapa orang memilih untuk menyembunyikan dirinya sendiri. Wah, sepertinya kita perlu melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah ini!

 

Malu dan Akar Penyebabnya

Malu tak lain adalah perasaan yang muncul ketika seseorang mengevaluasi tindakan, perasaan, atau perilakunya dan menyimpulkan bahwa dirinya telah melakukan sesuatu yang keliru, kurang benar, atau tidak sesuai *. Walau pada tingkatan tertentu merasa malu merupakan sesuatu yang wajar, namun ada kalanya malu menyebabkan orang merasa takut atau segan untuk terbuka kepada orang lain.

Dari mana rasa malu itu datang, mungkin Anda mengenali beberapa poin berikut:

a. Merasa telah melakukan sesuatu kekonyolan atau kebodohan, apalagi di depan orang yang penting buat Anda. Seperti: tak sengaja menumpahkan kopi di baju bos Anda.

b. Melakukan sesuatu yang tidak dinilai tidak sesuai dengan norma sekitar. Misalnya kentut bersuara di saat rapat penting.

c. Gagal menyesuaikan tindakan dengan standar yang Anda tetapkan sendiri. Sebagai contoh, Anda ingin menampilkan kesan sebagai orang yang lucu, tetapi setiap kali Anda melemparkan lelucon tak ada seorang pun yang tertawa.

Mudahnya rasa malu muncul pada seseorang sebenarnya diperoleh melalui proses belajar. Biasanya  berawal dari pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan seperti diejek teman, atau dikritik orang lain. Untuk menghindari pengalaman yang tidak mengenakkan itu, kemudian orang tersebut cenderung melihat dirinya dengan sangat teliti, ‘Apakah aku sudah berkata dengan benar?’, ‘Apakah  cara berpakaianku tidak aneh?’, dan semacamnya.

 

Akibat dan Cara Mengatasi Malu

Kepekaan yang berlebihan terhadap rasa malu membuat seseorang merasa cemas terus menerus dan takut berhubungan dengan orang lain.Kadang dia juga cenderung menjengkelkan karena menyalahkan orang lain atau situasi yang terlibat dalam munculnya rasa malu itu. Akibat lebih parah lagi, orang tersebut jadi lebih sering menyendiri dan takut melakukan segala sesuatu.

Anda tentu pernah melakukan kekonyolan, bukan? Lalu bagaimana caranya untuk mengelola rasa malu itu agar tidak merusak? Cobalah cara berikut ini:

1. Buat komentar yang lucu untuk peristiwa yang memalukan itu dan tertawalah bersama yang lainnya. Selain rasa malu berkurang atau tersamarkan, Anda mendapat nilai plus dari hadirin sekitar karena bisa mentertawakan diri sendiri.

2. Ubah tema pembicaraan. Dengan begitu, Anda memegang kontrol atas situasi saat itu.

3. Kalau Anda dipermalukan orang lain, ambil nafas dan cobalah berpikir positif. Anggap saja orang itu memperhatikan Anda dan ingin Anda berkembang.

4. Jika Anda merasa malu karena merasa telah melakukan kekeliruan, STOP! Hentikan pikiran yang berfokus pada diri sendiri. Tak apa melakukan kesalahan sekali waktu. Bahkan mungkin orang lain tak menganggap kekeliruan Anda itu sebagai suatu kekonyolan lho… .

Well, Anda boleh merasa malu, tapi letakkanlah pada tempatnya. Ada saatnya rasa malu ditolerir atau diperbolehkan, namun ada pula saatnya rasa malu harus dikelola. Dengan meletakkan rasa malu pada tempatnya, Anda telah selangkah lebih dewasa.

————————————

Bacaan:

* Lewis (1993) dalam Strongman, 2003. The Psychology of Emotion.

** Lailaningtyas & Theodorus. 2008. Bebaskan Ekspresimu: Cara Cerdas Mengelola Emosi bagi Remaja. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Baca Juga:

  1. Seni Berserah vs Menyerah Namun dengan pemahaman atas perilaku ADHD-nya, saya memaksa diri untuk bersabar. Saya termotivasi memperbaiki mainan itu hanya untuk menunjukkan padanya...
Tags: , artikel

Leave a Reply


Tikus Tua yang Pernah Muda

Akhirnya, pemimpin tikus menggelar pertemuan. “Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, anak-anak dan bayi tikus,” ucapnya. “Saat ini tiba waktunya bagi kita untuk...

jalan bercabang

Two roads diverged in a wood And I took the one less traveled by And that has made all the difference.   -Robert Frost- American...

vows to myself

So I vowed to keep my self alive, but only if I would never use me again for just...

peace, kedamaian

Peace is not something you wish for. It’s something you make, something you do, something you are, and something you give away. Kedamaian bukanlah sesuatu yang kau angankan. Kedamaian adalah sesuatu yang kau ciptakan, sesuatu yang kau lakukan, sesuatu...

menabur benih kebaikan

Speaking with kindness creates confidence, thinking with kindness creates profoundness, giving with kindness creates love. Bicara penuh dengan kebaikan...

Apply it!

Knowing is not enough; we must apply. Willing is not enough; we must do. Tahu tidaklah cukup; kita harus menerapkannya. Ingin atau mau...